ini Fanka
Saya dan adik saya, Fanka, terpaut 12 tahun. Sekarang dia kelas 2 SD, umurnya sekitar 8 tahun. Masih kecil kan? Sebagai anak kecil, dia sering sekali bermain, biasanya bersama teman-teman sebayanya, namun tak jarang juga bersama kakaknya, Aga. Kadang mereka berdua membuat sebuah hal-hal yang kreatif dan pasti lah ada pertengkaran juga.
Perawakan Fanka itu tubuhnya kecil dan kurus kerontang, kulitnya hitam, rambut hitam lurus, bermata besar. Sifatnya itu tak banyak omong, kreatif, pintar, manja, rapi (ini kalau lagi pengen aja sih, hehehe.), kadang-kadang menyebalkan, dan penakut.
Dulu, Fanka waktu balita lucunya minta ampun dah. Pipinya yang temben, mata bulat besar,rambut lurus dan berponi, kulit agak putih, dan tentnuya gendut. Hamper mirip aktris cilik, Baim, kalau menurut saya. Gemas kalau saya melihatnya.
ini fanka yang dulu, lucu kan?
sekarang udah nakal kan?

Fanka ini kreatif, kenapa saya menyebutnya kreatif? Karena dia, sebagai anak kecil bisa membuat mainan dari barang bekas, seperti pesawat. Yah, walaupun bentuknya tidak bisa terbang dan bentuknya hampir tidak menyerupai pesawat sih, haha. Selain pesawat, baru-baru ini, dia membuat ‘markas’ dari kardus kulkas. Saya tak tahu dia mendapatkan itu kardus dari mana, hahaha. Markasnya berbentuk balok (ya iyalah, kardusnya aja bentiknya balok! -__-), ada jendela dan pintunya, ada gabus berbentuk pistol diatasnya, mungkin sebagai pertahanan diri. Terdapat juga tulisan “ini rumah Fanka, orang lain dilarang masuk!” ditulis dengan spidol dan tulisannya itu harus benar-benar dilihat dari dekat, agar bisa dibaca. Saya tak tahu, isi bagian dalamnya apa, karena masuk saja saya tak muat, hahaha.
Pernah suatu ketika, dia dan Aga membuat bendungan dengan cara membuat aliran air sejenis sungai di tanah lalu dilebarkan dan ujungnya ditutp dengan batu bata. Saya lupa pastinya bagaimana, karena itu sudah lama sekali dan dulu waktu pertama kali melihat bendungan itu, saya sedikit terpesona (nggak tahu mereka yang terlalu kreatif atau saya yang tidak kreatif, haha.). masih banyak hal-hal kreatif yang dia buat. Alat-alat yang ada dirumah dibuat sesuatu yanmg bisa dimainkan olehnya, tanpa peduli itu masih bisa dipakai atau rusak.

udah narsis kan?
Fanka selalu membuat mainan bila tidak ada teman yang bisa diajak bermain atau sedang sendiri, biasanya dia hanya diam, tak banyak omong. Tahu-tahu dia sudah berlarian kesana kemari mencari sesuatu. Selama dia mencari sesuatu, tak banyak tanya anak ini, hanya sendiri dan asyik dengan pekerjaannya, tahu-tahu dia sudah membuat sesuatu.
Oke, dulu dia pintar, namun sekarang tak tahu masih pintar atau enggak. Yang jelas, untuk masalah nilai, jelas lebih diatas jauh bila dibandingkan kakanya , Aga. Hem, namun lebih pintar saya daripada Fanka, hahaha. Sekarang semua berubah 180 derajat. Karena malas, dia tidak bisa perkalian dan pembagian, ampun dah!. Sekarang dia juga malas untuk bersekolah, mungkin karena kakak-kakaknya sering libur dan dia iri. Kalau disuruh bangun tidur dan mandi itu susahnya minta ampun, harus dimarahi dulu, baru bisa gerak, itu pun lelet. Belajar pun malas, pengennya main, maklumlah masih anak kecil, tapi kata orang tua kalau malas belajar besok mau jadi apa? Jadi orang yang berguna bagi bangsa dan Negara, kakak!. Selain malas, dia juga manja, apa-apa pinginnya dituruti, seperti makanan, kalau makanan yang dia inginkan tidak ada, mending tidak makan. Dia juga masih disuapin dan kalau tidak disuapin juga tidak makan, itulah prinsipnya. Lalu kalau makan, beuh! Lamanya minta ampun, sekitar 1 jam, seperti menunggu kereta saja -__- .
mau kayak iron man, tapi gagal.


Yah, secara keseluruhan mungkin seperti itu adik saya. Suka berdebat hal-hal kecil dan tidak penting dengan Aga hingga ada acara pukul-pukulan serta nangis-nangisan (namanya juga anak laki-laki). Fanka itu, kalau saya lihat waktu bermain, seperti pemimpin di antara teman-temannya. Peraturan yang dia buat selalu dipatuhi oleh teman-temannya. Dia juga sering dimintai pendapat oleh teman-temannya, pendapat anak kecil pastinya. Saat dia berkata A, teman-temannya melakukan A, hampir semua yang dia perintahkan, selalu dipatuhi dan dilaksanakan.
Menurut saya sih, dia orang teknik dan cocok bila kuliahnya di Fakultas Teknik dan menjadi engineer. Didukung dengan sifatnya yang pendiam, suka bekerja sendiri, kreatif, suka mengotak-atik sesuatu dan juga suka melakukan hal-hal konyol sih. Yah, seperti itulah adik saya, Fanka.

Atas rumah, 24 Mei 2013

Cipta Swastika


Malam ini, saya belajar mengenai praktikum Tata Letak Penanganan Bahan, karean esoknya ada responsi mengenai materi praktikum tersebut. Jujur saya tak tahu apa yang harus saya pelajari.
Eh, ini responsi, apa sih yang harus dipelajari? Nggak dong nih.
Ya, saya bingung mengenai materi yang harus dipelajari itu apa? Banyak alasan yang memvbuat saya bingung. Pertama, praktikum ini sifatnya kelompok dan objek yang diteliti tiap kelompok berbeda-beda tiap kelompok, ada yang pabrik roti, pabrik bakpia, pabrik yangko, dll. Ke semua objek tersebut memliki karakteristik yang berbeda-beda, stasiun, bahan yang digunakan, produk yang dihasilkan, alat yang digunakan, stasiunnya, luas ruangan, dan masih banyak lagi. Dan di praktikum tata letak penganganan bahan ini, praktikan harus bisa menganalisis dan mengevaluasi objek yang diteliti, mulai dari mengukur lebar gang, luas ruangan, fasilitas pabrik, luas tumpukan bahan, dll. Data yang didapat, nantinya dianalisis dan dievaluasi untuk nantinya dipakai untuk membuat tata letak baru dengan berpusat pada konsep ergonomi, yah, kalau menurut saya konsep yang efisien dan efektif sih. Dan itu dibahas di pembahasan.
Apa yang dibahas pada pembahasan di laporan praktikum itu, tak semuanya melulu teori, harus ada praktisnya atau kenyataannya, karena ini melibatkan objek tersebut. Apakah objek tersebut setuju dengan hasil yang kita buat? Bukan rahasia lagi, teori, kebayakan tak seuai dengan kenyataannya, atau berbenturan. Objek yang diteliti bisa saja menolak dengan alasan memakan biaya yang besar. Kebanyakan teori hanya melihat tentang yang baik saja dan tidak memikirkan apakah itu bisa diterapkan di kenyataan atau tidak, contohnya teori-teori fisika.
Yang kedua, ini pertama kalinya ada responsi di praktilkum ini. sebelum-sebelumnya, diadakan presentasi mengenai hasil yang didapat selama praktikum. Nah, ini yang membuat saya tak punya gambaran mengenai responsi parktikum ini dan membuat saya bingung.
Praktikum itu, mempraktekkan teori yang dipelajari di jam kuliah dan menerapkannya di kenyataan dan melihat apakah teori tersebut bisa diterapkan atau tidak.seperti yang saya katakana diatas, kebanyakan teori itu tidak sesuai bila diterapkan di dunia nyata. Untuk itu, kita harus bisa memilah-milah teori apa saja yang bisa dipakai di suatu masalah di dunia nyata dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari teori-teori yang tersebar di dunia.
Responsi itu ujian untuk mengetahui apakah praktikan sudah memahami mengenai praktikum yang sudah dilakukan atau belum. Dan mengenai ‘memahami’, itu sudah ada di pembahasan. Dalam praktikum ini, objek yang diteliti, sekali lagi nyata, dan hasil yang didapat harus dapat dipertanggung jawabkan kepada semua pihak. Dalam artian begini, hasil dari praktikum ini harus bisa melihat dari dua sudut pandang, teori dan praktik atau kenyataan. Hasil harus bisa dipertanggung jawabkan kepada dosen, apakah seusai dengan teori ? Dan harus bisa dipertanggung jawabkan kepada objek, apakah hasil bisa membuat objek lebih maju dan sukses?. Saya tak ingin disebut sebagai tukang teori. O;leh karena itu, hasil yang didapatkan harus bisa merangkaul dua sudut pandang yang berbeda tersebut. Bukan tidak mungkin, dosen setuju, karena teori sudah benar, namun objek menolak karena ini memakan biaya besar dan alasan-alasan lain yang ada di kenyataan. Oleh sebab itu, hasil yang didapat harus diberi penjelasan, mengapa kita memilih hasil ini.
Responsi itu sekali ujian. Kita tahu, bahwa ujian hanya ada dua jawaban, benar atau salah. Nah, ini alasan yang ketiga. Dari penjelasan diatas, hasil yang didapat di praktikum ini harus bisa dipertanggung jawabkan kepada semua pihak. Tentu dalam perjalananya terdapat pro dan kontra, dan kita harus bisa menjelaskan alasan-alasan mengapa kita menghasilkan hasil tersebut. Tak ada yang benar dan salah, semua tergantung susut pandang orang yang melihatnya.
Nah, disini saya yang bingung, pemahaman mengenai suatu praktikum bisa dilihat di pembahasan tiap laporan. Bila pembahasan tiap kelompok berebda-beda dikarenakan objek yang juga berbeda, masak iya soalnya berbeda? Ceneh, asistennya selo banget bikin soal yang banyak terus beda-beda? Kagak kan? Nah kalau itu gak mungkin, masak iya soal responsinya teori semua? Sama aja bohong nih? Kalaupun mau membuat responsi, soal yang cocok itu studi kasus, dan studi kasus itu lebih tepat ‘keluar’ di soal ujian kuliah. Nanti bila seperti itu, hasil yang kita dapat mau diapain? Bagaimana kita bisa menjelaskan kepada orang-orang mengapa kita mebuat hasil seperti ini? apa saja alasannya? Dan hasil tersebut harus bisa dipertanggung jawabkan dan mempertanggung jawabkan dengan cara kita mempresentasikan hasil yang kita buat. Marilah kita kaji ulang apa definisi mengenai praktikum dan responsi. Bila sudah dikaji, apakah responsi sesuai dan bisa diterapkan pada praktikum ini? menurut saya, praktikum ini lebih cocok dengan presentasi sebagai alat apakah kita sudah memahami materi praktikum ini atau belum dengan melihat hasil yang dibuat serta penjelasannya.
Yah, ini hanya pandangan saya, taka da maksud menyerang atau apalah itu. Pembaca boleh setuju atau tidak. Tak ada yang salah atau benar, tergantung kita menyikapinya. Tapi satu yang pasti, mari kita nikmati saja semua ini, tidak usah ngedumel, marah-marah dan lainnya, cukup senyum sajalah, bila semua kita nikmati, akhirnya pasti indah kok, semoga. Hahaha, oke? :)

Atas rumah, 23 Mei 2013

Cipta Swastika
“Ayo metu Mas.”
“Neng ndi? Piye nek nonton jazz neng Kompas cerak SMA 3?”
“Oke, ayo mangkat.”

Itulah sedikit SMS antara saya dan Mas Dimas atau biasa dipanggil Coach, kakak angkatan 2009. Malam ini, malam senin, saya yang sedang selo abis, akan menonton acara music jazz. Acara ini berjudul “Jazz Mben Malem Senen.” Yang diadakan di gedung kompas di daerah Kota Baru. Acara ini adalah acara music jazz kecil-kecilan yang dibintang tamui oleh komunitas jazz Yogyakarta. Acara ini seru sekali, dan ditambah duo MC yang koplak abis.
 
itu duo MC-nya.
Perjalanan mala mini dimulai pada saat aku ke rumah Coach. Sampai di depan rumahnya, ternyata Coach udah diatas motor yang menyalakan dan langsung saja kita cusss ke TKP. Sesampainya di TKP, ternyata acara sudah dimulai, langsung saja kita mencari tempat duduk kosong di tempat yang sudah disiapkan.
 
ini nih tempatnya
Penampilan pertama adalah seorang gadis kecil bersama teman-teman sebayanya memainkan music jazz yang lembut dan mengalun pelan. Gadis itu memainkan alat musik saxophone, ditemani temannya yang memainkan piano dan drum. Setelah gadis dan teman-temannya selesai membawakan sekitar 2-3 lagu, muncullah duo MC yang koplak, biasa untuk gojegan sama bercangkem ria, hahaha. Lalu band selanjutnya tampil dengan membawakan musik yang pelan serta ada hentakan sedikit di tengah-tengah alunan musiknya, dan jenis musik jazz yang dimainkan ini sepertinya cocok untuk teman tidur, hahaha.


Ada 6 penampilan, kurang lebih sih, dengan karakteristik musik jazz yang berbeda-beda, mulai dari ritmenya yang cepat dan menghentak hingga ritmenya yang lambat dan pelan. Namun, keseluruhan, musik-musik yang dimainkan sangat menyenangkan dan membuat telinga bahagia. Karena terpengaruh alunan musik yang merdu dan indah, kepala serta kaki saya reflex bergerak mengikuti alunan lagu yang dimainkan.

salah satu penampilannya
 
ada panggungnya
Walaupun acara kecil-kecilan, acara ini sungguh bagus dan amat sangat menyenangkan bila disimak. Saya menyarankan untuk sesekali melihtanya. Malam Senin ini, saya habiskan dengan menikmati alunan music jazz yang merdu, indah, dan menyenangkan untuk dinikmati di“Jazz Mben Malem Senen.” Hingga datangnya Hari Selasa.



Waktu sedang mengikuti kuliah, banyak sekali hal-hal yang dilakukan oleh mahasiswa, mulai dari memperhatikan dan mendengarkan dengan khidmat apa yang di sampai oleh dosen hingga melakukan hal-hal konyol sembari mengisi waktu hingga kuliah selesai. Kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan mahasiswa untuk mengisi “waktu luang” mereka, antara lain ngobrol dengan teman di sebelahnya, menggambar sesuatu yang rumit, mendengarkan musik, tidur, hingga bernyanyi gak ceto, hahaha.

Angkatan saya sendiri tidak berbeda jauh dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Ada yang sedang ngobrol nggak ceto sampai ketawa cekikikan karena kekonyolan mereka, membaca komik, hingga bermain laptop.

Tulisan ini saya buat saat sedang kuliah Teknik Tata Cara Kerja, yang mana sedang presentasi tentang materi kuliah itu. Berikut foto-foto yang berhasil saya ambil, mari dilihat.

ini namanya Danyog, sedang tidur pulas waktu kuliah MSDM, hehhe.
 
Ini Bayu lagi garap laporan pemasaran yang dikumpul satu jam lagi, katanya sih, laporannya masih 0%.

suasana kuliahnya ni... :)

nah, ini mahasiswa lagi nggambar pas kuliah.

Avis lagi bergaya sangar ni.

rebutan absen, kayak rebutan sembako aja ya? hahaha.

ada yang pacaran juga lo.  


kelakuan konyol Agung dan Iqbal Cacar.



 
Jum’at siang, tanggal 10 Mei 2013, saya terbangun karena sebuah SMS. Langsung saya lihat SMS tersebut, ternyata dari Mas Hamdan, tetangga saya. Dia mengajak saya ke Gunung Kelir dalam acara “Ngopi Kere”. Saya pun langsung melihat jadwal saya dan ternyata kosong. Saya pun langsung menjawab iya dan mengatakan berangkat jam setengah 2 siang.
Karena ada rapat di kampus, saya pun langsung ke kampus dan jum’atan di kampus. Jam 1 siang, saya pulang ke rumah dan sampai dirumah jam setengah 2 siang, maklum, rumah dan kampus saya jauh, sekitar 10 Kilo meter. Sampai dirumah, saya mengabari Mas hamdan bahwa saya sudah dirumah.
“Langsung siap-siap dan cusss….”, jawab Mas Hamdan melalui SMS.
“oke, tapi aku tak makan dulu om.”
“oke siip!”
Namun, bukannya makan, saya justru membaca komik yang saya pinjam hingga jam 2 siang. Setelah itu saya memasak lauk karena di rumah tidak ada lauk. Jam setengah 3 siang, saya selesai makan dan siap-siap ke rumah Mas Hamdan.
Sampai dirumah Mas Hamdan, kiat langsung berangkat. Dimulailah perjalanan panjang dan berat dari timur Yogyakarta hingga barat Yogyakarta dan kita pun membelah Kota Yogyakarta! Great nggak itu brooo?. Perjalanan ini ditambah special dengan Vario super tangguh milik Mas Hamdan. Kenapa super tangguh? Ya karena Vario ini mampu membawa beban yang amat super berat, yaitu saya! Hahaha, great! Joosss!. Perjalanan ditambah begitu Wow karena metode mengendarai kendaraan Mas Hamdan itu seperti Valentino Rossi. Cepat dan meliuk-liuk di tengah kepadatan lalu lintas Kota Yogyakarta.

Tuhan, tolonglah kami, selamatkan kami sampai tujuan.

Singkat cerita, kita sudah sampai di kaki Pegunungan Menoreh dan dismabut dengan pemandangan yang indah dan menyejukkan mata. Namun ditengah keindahan tersebut, didepan sana menanti medan berat yang harus kita lewati bersama Vario super tabgguh yang kami naiki ini untuk sampai ke tempat tujuan. Medannya sungguh berat, Bung! Karena kemiringan jalan yang sekitar 50 derajat!.

 pemandangan selama perjalanan

Karena kemiringan yang curam itu, saya harus berjalan kaki karena Vario super tangguhnya sudah mencapai batas maksimal. Yah, jujur, walaupun mendaki sekitar 100 meter, samapi diatas, kepala saya nggliyeng dan hampir terjungkal ke belakang, pandangan mata kabur dan berputar, kaki rasanya hendak copot, keringat bercucuran dengan deras, nafas tersengal- sengal, rasanya seperti habis lari sekitar 10 Kilo meter, Brooo!. Seperti itulah yang saya rasakan sehabis mendaki jalan curam itu.
Di perjalanan yang berat ini, kita disuguhi pemdangan yang menarik dan menyejukkan mata, selain pemadangan kaki Pegunungan Menoreh, ada juga pemandangan hutan karet yang asri.


medan dan pemadangannya :)

Akhirnya, setelah melalui medan yang berat, jam 4 sore, kita sampai di lokasi “Ngopi Kere”.“Ngopi Kere” adalah sebuah acara kumpul-kumpul dan bercengkrama seluruh blogger, penulis di seluruh Indonesia sambil menikmati kehangatan dan pait-nya secangkir kopi. Tidak ada undangan, dan siapa pun yang ingin datang, monggo mawon. Banyak penulis dan blogger yang datang, seperti Profijo, Matahari Timoer, Daeng Marewa, dan penulis Detik.com.
Karena di namanya ada kata-kata “kopi”, maka ada banyak sekali kopi dari seluruh nusantara, mulai dari Aceh di barat jauh sana hingga Papua di timur sana. Saya pun heran, karena kopi yang ada di “Ngopi Kere” ini kopi-kopi yang amat mahal dan sulit didapatkan!
Malam menjelang, dan karena waktu jualah, saya dan Mas Hamdan harus “turun” dan kembali ke “peradaban” padahal para “master-master” penulis baru saja dating dan hendak “naik”. Sedikit kecewa juga saya, karena tidak bisa menimba ilmu yang banyak dari acara ini, namun saya bersyukur karena sudah diberi kesempatan bertatap muka dengan para blogger dan penulisdan menikmati secangkir Kopi Papua yang rasanya Wow dan pahit yang masih tertinggal lama di lidah.

Di perjalanan pulang, kita memperdebatkan konsep acara yang tidak sesuai dengan namanya, Ngopi Kere, karena kopi-kopi yang ada dari berbagai daerah di nusantara dan tergolong kopi mahal.
Saya beruntung meluangkan waktu dan berhenti sejenak memikirkan kepenatan rutinitas sehari-hari di “Ngopi Kere”. Sebuah liburan yang menyenangkan dan bermanfaat, walaupun hanya sebentar. :)


Yogyakarta.
Yogyakarta, daerah yang terkenal dengan keistemewaan dan wistanya. Jujur, saya sudah tinggal di Yogyakarta selama kurang lebih 16 tahun, dari saya kecil hingga besar seperti sekarang, saya belum menemukan atau mengetahui keistemewaan dari Yogyakarta. Karena seringnya saya pergi ke luar kota, untuk melaksanakan tugas ataupun sekedar berliburan dan melepas penat, saya sedikit mengetahui apa keistemewaan dari Yogyakarta. Namun, jujur saja, saya tak tahu bagaimana menjelaskan keistemewaan Yogyakarta melalui kata-kata. Menurut saya, keistemewaan Yogyakarta hanya dapat kita rasakan bila kita benar-benar meresapi apa yang ada di dalamnya dan memaknai arti dari Yogyakarta.

Yogyakarta itu istemewa, menurut saya. Dilihat dari perbatasannya saja, dari utara dibatasi oleh Gunung Merapi yang berdiri dengan gagah dan kokoh. Gunung Merapi bila dilihat dari kejauhan sangat indah dan menakjubkan. Bila sedang tidak ‘marah’ dan sedang beruntung, kita bisa mendapatkan keindahan pemandangan gunung tersebut. Selalu saja saya terdiam melihat keindahan alam itu dari rumah saya. Dari rumah saya atau dari Kota Yogyakarta saja, kita bisa menelanjangi gunung tersebut, muali dari puncak hingga bukit Gunung Merapi. Di lengkapi dengan langit biru, awan putih diatasnya, gunung yang hijau agak keabu-abuan, serta dilengkapi dengan awan yang menyembul dari puncak gunung tersebut, merupakan lukisan alam yang indah. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata keindahannya. Saya pun bingung bagaimana menjelaskannya. Namun satu yang pasti, bila kita benar-benar meresapi dan menikmati keindahan pemandangan tersebut, kita tidak ingin cepat-cepat beranjak dari tempat kita melihat pemandangan tersebut. Pemandangan ini akan makin indah, menurut saya, pada waktu sore hari diamana warna langit di sore hari menerpa keangkuhan dan kegagahan gunung ini dan makin sempurna saja lukisan Tuhan yang satu ini.




Namun keindahan itu akan luluh lantah dan digantikan dengan kemuraman bila sang gunung sudah marah dan menyemburkan awan panasnya. Dilihat saja gunung tersebut tak mau dan memilih bersembunyi dibalik awan panas yang dikeluarkannya. Seketika langit Yogyakarta menjadi hitam dan dipenuhi abu vulkanik. Namun, setelah marah mereda, gunung tersebut akan indah lagi seperti seorang gadis yang anggun.


Di bagian barat, terbentang Pegunungan Menoreh dari utara hingga selatan. Pemandangannya sungguh indah, apalagi bila kita sudah sampai di kaki pegunungan tersebut. Kita akan disuguhi pemandangan sungai yang berbatu, tebing-tebing di salah satu sisi sungai dan sawah hijau yang terbentang luas di sisi lain sungai tersebut. “bisa buat syuting FTV nih.”, kalau kata teman saya. Menurut saya, tak usalah kita pergi ke China untuk melihat pemandangan sungai yang dikelilingi bukit-bukit, karena di Pegunungan Menoreh sudah ada. Bila kita naik hendak menuju Gunung Kelir, salah satu daerah di Pegunungan Menoreh, kita akan disuguhi pemandangan pohon-pohon karet yang tumbuh alami dan rapi di kiri dan kanan kita. Suasana yang asri dan tenang bisa kita jadikan tempat renungan ataupun sekedar melepas penat dari kegiatan-kegiatan kita selama 6 hari. Sungguh, temapt ini benar-benar asri dan tenang. Hati dan pikiran akan menjadi tenang bila sudah berada di tempat ini. jauh dari hingar binger dan hiruk pikuk kota, hanya didapati suara burung, suara berbagai serangga, serta suara binatang-binatang lain. Dari atas pegunungan ini, tepatnya di sekitar atas Samigaluh, kalau tidak salah, kita dapat melihat Candi Borobudur yang terkenal yang berada di kaki pegunungan sebelah utara serta dapat melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Sumbing.

Berlanjut ke arah selatan, bisa kita lihat laut biru yang indah. Ya, dibagian selatan, Yogyakarta langsung berbatasan dengan Samudra Hindia atau masyarakat yogyakarta menyebutnya Segoro Kidul. Di bagian selatan ini, tentunya terdapat pantai. Pantai-pantai yang terkenal adalah Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, Pantai Kuwaru, Pantai Srandakan. Geografis dari pantai-pantai ini adalah curam serta terdapat palung-palung yang tidak terlihat. Di Pantai Parangtritis, pantai paling terkenal, di sebelah timur terdapat bukit yang merupakan rangkaian Pengunungan Seribu. Pegunungan Seribu berakhir di Pantai Prangtritis dan membuat suatu pemandangan yang indah. Di sepanjang sebelah utara pantai, terdapat rumahmakan-rumah makan yang mengandalakan menu seafood. Tak perlu repot-repot mencari makan bila sedang menikmati keindahan laut dan lapar datang. Kiat bisa menikmati kuliner laut sembari melihat keindahan pantai dan laut.

Langsung disebelah timur terdapat Pegunungan Seribu yang dimulai dari selatan memanjang ke arah utara. Karena rumah saya berada di kaki pegunungan ini, stiap hari saya melihat pemandangan pegunungan ini. Terdapat Candi Boko di sebelkah utara kaki pegunungan ini dank e utara lagi terdapat Candi Prambanan yang terkenal. Masyarakat Yogyakarta sering menyebut pegunungan ini Gunung Kidul , sesuai dengan nama kabupaten. Terdapat hutan yang indah dan asri dan sering dijadikan tempat foto untuk buku tahunan ataupun pernikahan, namun saya belum pernah mengunjungi tempat tersebut. Di tengah-tengah atau di sebelah timur Pegunungan Seribu terdapat Gunung Purba dan bila ke selatan lurus dari Kota Wonosari terdapat pantai-pantai yang indah. Pantai yang terkenal antara lain Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Sundak, dan Pantai Wediombo. 


Keadaan geografis pantai-pantai di Gunung Kidul adalah berpasir putih, berkarang, ombak yang kecil, serta di kiri kanan pantai terdapat bukit yang agak tinggi sehingga menambah indah pemandangan. Perjalanan menuju pantai-pantai tersebut, kita disuguhi pemandangan bukit-bukit kapur dan segala keunikan Pegunungan Seribu.
Pegunungan ini mempunyai keunikan, yaitu curah hujannya yang sedikit. Walaupun musim hujan sekalipun serta Kota Yogyakarta yang diguyur hujan lebat, pegunungan ini terang benderang langitnya, tidak Nampak tanda-tanda hujan, paling banter mendung.

Ya, Yogyakarta seungguh beraneka ragam. Keadaan alam disini sungguh banyak, mulai tanah yang subur di kaki Gunung Merapi hinnga tanah tandus di Pegunungan Seribu. Di setiap puncak dari pegunungan-pegunungan dan gunung yang ada di Yogyakarta, kiat bisa melihat seluruh Kota Yogyakarta dan pegunungan dan gunung yang mengelilinginya. Dari Gunung Merapi di sebelah utara hingga Pantai Prangtritis disebelah selatan terdapat garis lurus yang melewati Tugu Yogyakarta dan Keraton, sehingga dari tengah kota kita bisa melihat Gunung Merapi dengan jelas.
Masyarakat disini pun beraneka ragam. Disini terdapat seluruh orang dari berbagai nusantara dan hidup dengan damai dan saling menjaga kerukunan.
Ingin melihat pantai yang indah? Tak perlu jauh-jauh ke Hawaii atau Macau, di Gunung Kidul ada! Ingin melihat dan mendaki gunung, Gunung Merapi lah tempatnya! Ingin menenagkan diri? Pergilah ke Pegunungan Menoreh dan Pegunungan Seribu! Di yogyakartapun terdapat waduk yang indah, yaitu Waduk Sermo. Atau ingin melihat kerjaan yang masih mempunyai raja, ratu dan para ajudannya serta masih aktif memerintah? Tak usah jauh-jauh ke Inggris. Di Yogyakarta ada, tempatnya di keraton. Di Yogyakarta juga terdapat istana presiden yang dulu digunakan sebagai tempat pemerintahan waktu agresi militer Belanda.



Bisa saya katakana, Yogyakarta itu candu!. Sekali anda datang kesini, anda akan kangen dan serasa ingin kembali lagi kesini. Selalu saja ada yang membuat kita kangen muali dari keramahan masyaraktnya hingga keindahan alamnya.
Karena hal-hal itu pula, saya sangat menyukai dan mencintai Yogyakarta. Karena Yogayakarta itu ISTIMEWA!

sumber foto : www. google.com

halo semua :)
apa kabar? abis UTS nih,jadi gak sempet nulis juga (males juga sih, hehehe). sumaph ini, enggak UTS enggak kuliah biasa sama-sama sibuknya di tambah suka tidur pagi,hahaha. mahasiswa banget nggak sih? enggak deh kayaknya.

eh, saya dapet lagu bagus nih, tapi maaf yak kalau itu lagu lama, judulnya "Requiem for a soldier" yang nyanyi Katherine jenkins dan suaranya tu looo, beuhhhhh, tinggi banget, katanya sih suara soprano-soprano apa gitu, saya gak tahu, maklum bukan orang pintar sama orang musik, hehehe. langsung aja yuk liat videonya, cekidet.
requiem for a soldier

udah liat? udah kan? bagus kan? sangar kan? hahaha.
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home