Rumahku mempunyai sebuah taman yang
luas dan indah,di taman itu terdapat banyak bunga dan pohon serta rumput yang
hijau dan tertata rapi sehingga nikmat bila dipandang. Di taman inilah aku
selalu merenung, berfikir, introspeksi diri,dan juga menangis. Pernah suatu
hari,aku ada masalah yang rumit dan membuatku jatuh, seperti biasanya aku ke
taman itu,aku menangis sejadi-jadinya,ku keluarkan semua air mata yang hendak
keluar ini. Di saat air mata ini sudah tak mau keluar lagi dan fikiranku sudah
jernih,kuamati sekelilingku, kutemui hewan kecil,berbulu,dan merayap. Ku dekati
dan kulihat dengan seksama dan kuketahui itu pastilah ulat. Ulat tersebut
sedang merayap di salah satu dahan pohon mangga yang masih kecil,kuamati,lama
aku termangu disitu.
Si ulat merayap dengan pelan di
dahan pohon mangga,naik terus untuk mendapatkan daun yang enak untuk dimakan.
Berusaha terus ia merayap hingga akhirnya ia mencapai daun itu dan mulai makan
dengan lahapnya hingga daun itu habis dan ia berpindah daun,memakannya dan begitu
seterusnya hingga ia kenyang. Ku amati kelakuan si ulat dengan penuh pesona.
Saat ia lahap memakan daun,aku mulai bercerita apa yang terjadi padaku,dan
begitulah seterusnya
Hari terus berlalu,ku temukan teman
untuk berbagi cerita apa saja yang kualami. Ku amati,si ulat sudah menjadi
gemuk dan mungkin sbentar lagi ia menjadi kepompong,nafsu makan si ulat juga
makan bertambah hingga daun di pohon itu hampir habis dimakannya. Waktu terus
berlalu,akhirnya si ulat berubah menjadi kepompong. Kepompong itu menggelayut
di salah satu dahan, berwarna putih dan besar. Setiap sore aku ke taman hanya
untuk melihat keadaan si ulat dan merawatnya. Di dalam kepompong,si ulat sudah
berubah menjadi kupu-kupu dan sudah mulai bosen berada di dalam kepompong dan
sudah tidak sabar untuk memperlihatkan dirinya yang baru kepada dunia dan
akhirnya si ulat sudah keluar dan menjadi kupu-kupu yang indah,ia terbang
dengan anggunnya di udara yang hangat ini,sekarang si ulat kuganti namanya
menjadi si kupu-kupu. Pada saat ke taman,aku melihat kupu-kupu itu,aku
terpesona di buatnya, setiap melihatnya sungguh aku terpesona dengan
keindahannya,lama aku memandangi si kupu-kupu,hingga akhirnya dia hinggap di
salah satu bunga mawar,ku hampiri dia,tetap aku takjub pada keindahannya. Tak
bosan aku melihatnya, ada sesuatu yang membuatnya menarik. Si kupu-kupu terbang
indah,hingga di berbagai bunga untuk menghisap sari bunga itu sekaligus
menebarkan pesonanya kepada seluruh penghuni taman. Banyak hewan terpesona
dengan si kupu-kupu dan berusaha untuk mendapatkannya, namaun sepertinya si
kupu-kupu tak tertarik dengan mereka.
Suatu hari,saat si kupu-kupu
terbang, ia melihat ada sebuah jaring besar sekali diantara dua pohon yang
berdekatan
“ini apa? Punya siapa?”, batin si kupu-kupu. Ia berputar
untuk mengetahui apa itu dan mencoba memegangnya,saat ia pegang terasa lengket
sekali dan sulit melepaskannya, ia meronta dengan hebat. Di saat itulah keluar
sang pemilik jaring itu,seekor laba-laba besar,berbulu,dan berwarna coklat
keemasan datang dengan tergesa-gesa untuk mengetahui makhluk apa yang akan
menjadi makan malamnya. Namun setelah si laba-laba mengetahui apa yang ada di
depan matanya,terpesonalah si laba-laba itu
“sungguh anggun dan indah makhluk itu.’,batin si laba-laba.
Secepatnya si laba-laba menghampiri sang kupu-kupu dan berusaha untuk
melepaskan si kupu-kupu,si laba-laba menggigit jaringnya sendiri hingga si
kupu-kupu dapat lepas
“hai engkau,makhluk yang indah,siapa gerangan engkau?”,
tanya si laba-laba.
“aku kupu-kupu,darimana engkau datang?”.
“aku dari luar tembok itu,alangkah eloknya engkau,bolehkah
aku mengenalmu? Aku laba-laba”.
.“hmm,boleh-boleh saja”.
“oya,maukah engkau esok sore pergi bersamaku melihat mentari
turun ke peraduannya? Ketemui engkau di pohon mangga itu”.
“boleh-boleh saja”.
Setelah pertemuan pertama itu,si laba-laba ingin memiliki si
kupu-kupu,enggan ia memakan si kupu-kupu untuk saat ini.
Pada saat perjalanan pulang, muka si kupu-kupu merah
padam,ia kagum akan ke elokkan si laba-laba. Seperti biasa aku sore itu aku
menanti si kupu-kupu untuk bermain bersamanya. Saat si kupu-kupu
datang,langsung ia menceritakan padaku apa yang terjadi tadi
“aku bertemu dengan hewan yang menarik perhatianku,seekor
laba-laba,ia tinggal di pojok sana,diantara pohon itu”. Si kupu=kupu berkata sambil menunjukkan salah
satu sudut yang terlihat suram di selatan sana.“ dan lagi,besok sore ia
mengajakku pergi melihat matahari terbenam”. Dengan wajah berseri-seri ia
menceritakan kebahagiaannya.
Aku hanya tersenyum mendengar ia berbicara panjang lebar tentang
si laba-laba. Hari mulai gelap,aku pamit pulang,untuk kembali ke duniaku,terlelap
bersama gelapnya malam.
Hari esok mulai menyingsing,si
kupu-kupu tidaj sabar untuk menanti penghujung hari ini. Seharian ia bernyanyi
bahagia,semnagat sekali ia hari ini,tanpa tahu apa yang terjadi esok hari. Sore
pun tiba,mereka bertemu di tempat yang telah dijanjikan. Mereka menikmati detik
demi detik,bercengkrama bersama. Tiba-tiba si laba-laba berkata
“wahai kupu-kupu yang
anggun,maungakah engaku hidup bersamaku?”
“tentu aku mau”
“marilah hidup bersamaku,di
sarangku.”, dengan senyum yang penuh misteri. Dalam hati, sang laba-laba
senang,karena ada makhluk yang terjerat
jaringnya lagi.
Bersamaan dengan datangnya
malam,mereka kembali ke sarang laba-laba dengan bahagia. Si kupu-kupu berjanji
akan memberikan segalanya bagi sang laba-laba. Malam itu mereka
bercengkrama,tertawa,melanjutkan kebahagian tadi sore hingga larut malam, tak
mau mereka melawatkan se-detik waktu pun, si kupu-kupu ingin terus berada di
samping laba-laba untuk selamanya,dan doa si kupu-kupu akan terkabul esok hari.
Di saat itulah,si laba-laba sudah menyiapkan segalanya untuk esok hari.
Fajar menyingsing di ufuk barat, ku
pandangi taman itu sejenak dan kudapati pemandangan ganjil,ku lihat si
laba-laba sedang bercengkrama dengan laba-laba betina dan ku ketahui bahwa laba-laba betina itu
adalah pasangannya. Si laba-laba bercerita tentang semua yang ia alami kemarin
dan akan menyiapkan makan malam untuk pasangannya tercinta dan nanti siang ia
akan membuat jaring di pohon kemarin sore untuk menangkap si kupu-kupu dan
memakannya. Secepatnya ku ingin menceritakan apa yang sudah kedengar kepada si
kupu-kupu dan kutemui si kupu-kupu di salah satu bunga sedang menghisap sari
bunga itu dengan bahagia.
“hai kupu-kupu, aku mendapat berita
buruk, ternyata si laba-laba itu picik, tolong jauhi dia selagi masih sempat.”,
kataku panjang lebar dan menceritkan apa yang barusan ku dengar.
“itu tak mungkin,si laba-laba tak
seperti apa yang kau ceritakan, ia baik hati, ia mencitaiku.”.
“tapi”, sebelum kujelaskan,si
kupu-kupu memotong kata-kataku
“sudahlah,aku bahagia bersamanya.”,
seraya ia terbang menjauh dariku
Kulihat ia terbang jauh hingga
hilang di antara bunga-bunga yang indah.
Akhirnya si kupu-kupu mati terjerat
jaring dari laba-laba yang ia cintai dan kasihi. Aku menangis
sejadi-jadinya,tapi apa daya,laba-laba sudah pergi,karena sudah mendapatkan apa
yang dia mau. Ku berjalan menuju rumah dangan hati remuk,ku mengis
sejadi-jadinya bersamaan dengan datangnya malam,malam yang membawa pergi
kenangan akan si kupu-kupu.
0 comments:
Post a Comment