kelompokku

3 comments

Halo semua
Saya bersyukur telah mendapatkan sebuah pengalaman yang berharga, menjadi asisten praktikum mikrobiologi dasar. Banyak yang tak menduga saya bisa jadi asisten, mulai dari kakak angkatan hingga adek angkatan. Yah, gara-garanya sih simpel, saya itu celelekan, hehehe. Saya beruntung menjadi salah satu dari 8 asisten dan telah mengalahkan sekitar 40 mahasiswa yang mendaftar seleksi.
Sistem praktikum mikrobiologi dasar itu setiap asisten memegang 2 kelompok besar yang mana nanti dipecah menjadi 4 kelompok kecil dan membimbing kelompok tersebut mulai dari acara 1 hingga selesai. Jadi deh, saya harus menguasai semua acara yang ada di praktikum ini (mumet masbro). Kelompok yang saya pegang itu kelompok B5 dan B6 untuk gelombang 1 dan C1 dan C2 untuk gelombang 2.
Terdapat kesamaan antara kelompok gelombang 1 dan kelompok gelombang 2, yaitu sama-sama tiap 1 kelompok terdiri dari 2 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Sifat laki-lakinya pun mirip, ada yang kelihatan niat dan dari mukanya pintar dan ada yang celelekan tapi waktu praktikum aktif. Hampir bisa dipastikan, kelompok yang saya pegang itu mempunyai sifat yang sama.
Perbedaannya adalah bila kelompok gelombang 1 itu sifatnya manutan dan kelompok gelombang 2 itu rempong dan berjiwa pemberontak. Waktu saya membimbing kelompom gelombang 1 itu semua berjalan lancar dan tak ada masalah, seperti di pintu surga kalau saya sebut, walaupun tak ada pemandangan yang bisa dinikmati dan itu berlaku juga untuk yang kelompok 2, hahaha. Nah, saat hendak membuka pintu surga itu, tiba-tiba saja saya seperti berada di pintu neraka, menghadapi kenyataan harus membimbing kelompok gelombang 2. Haduh, mumet masbro. Ya, kelompok gelombang itu berbeda sekali dengan kelompok sebelumnya. Contohnya, yang perempuan bukannya praktikum, malah nggosip, trus cerewetnya minta ampun, lebay, dan sebagainya. Mungkin karena mereka itu perempuan ya, jadi seperti itu.
Pernah suatu ketika, saat itu hari kamis atau rabu, saya memberikan waktu pengumpulan untuk acara 9 hari senin. Namun, karena ada suatu kendala dan saya ingin me;lihat keniatan mereka, esoknya saya meminta mereka untuk mengumpulkan laporana acara 9 hari jumat. Padahal di hari jumat, mereka harus mengumpulkan 3 laporan praktikum, jadi deh 4 laporan praktikum. Penderitaan mereka bertambah karena hari jumat mereka ada UTS. Hahaha, mesakke cah.
Yah, secara keseluruhan dari apa yang saya lihat, semua anak-anak yang saya bombing itu pada niat dan berusaha, walaupun ada keluh kesah juga, namun itu saya anggap biasa saja dan sebagai angin lalu. Ini bisa membuktikan bahwasannya mereka memang niat dan bertanggung jawab di praktikum ini dan semoga hasil yang didapat sesuai dengan pengorbanan kalian. Yah, saya hanya bisa berdoa semoga kalian semua mendapatkan hasil yang memuaskan, minimal sesuai dengan usaha dan pengorbanan kalian, serta semoga kalian menjadi lebih kuat untuk ke depannya. Terimakasih untuk beberapa hari tersebut, semoga berjumpa kembali.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

3 comments:

Fajar said...

walah malah tambah rumit ki kotak komene

Kenari said...

ehmm pak pembimbong kejam bet

cipta swastika said...

iya to om? haduh